Menjilat, penjilat, bersikap penjilat
Tindakan 'menggiling wijen' menghasilkan suara dan membuat tangan lengket, sebagai metafora untuk perilaku menjilat tanpa henti demi mengambil hati atasan. Ungkapan ini merujuk pada perilaku memuji dan merendahkan diri untuk menyenangkan atasan atau orang yang berkuasa.
→ Digunakan untuk menyindir orang yang suka menjilat di tempat kerja atau kehidupan sehari-hari.
花に嵐
[hana ni arashi]
Bunga bertemu badai – keindahan seringkali singkat
Seindah apa pun bunga mekar, satu badai saja bisa membuat semuanya lenyap. Ungkapan ini mengingatkan bahwa hal-hal indah dan cerah dalam hidup — seperti cinta, masa muda, atau momen bahagia — mudah terputus secara tak terduga.
→ Digunakan saat mengungkapkan penyesalan atas hubungan indah yang baru saja berakhir, atau kebahagiaan yang belum sempat dirasakan sepenuhnya sudah harus berpisah.
花よりだんご
[hana yori dango]
Dango lebih penting daripada bunga – mengutamakan kenyataan daripada penampilan
Alih-alih menikmati keindahan bunga, orang lebih memilih dango yang lezat dan praktis. Ungkapan ini menyindir orang-orang yang tidak peduli pada seni atau penampilan luar, melainkan hanya memperhatikan manfaat nyata.
→ Sering digunakan ketika ada seseorang yang 'fokus makan' di pesta bunga atau festival.
芋(の子)を洗うよう
[imo no ko o arau yō]
Penuh seperti mencuci kentang – sesak dan berdesakan
Gambaran banyak kentang yang tercampur saat dicuci di baskom air menggambarkan keramaian hingga tidak bisa bergerak.
→ Digunakan untuk menggambarkan situasi sangat ramai seperti di kereta, tempat wisata, atau festival.
言わぬが花
[iwanu ga hana]
Tidak berbicara itu indah – diam lebih baik daripada kata-kata.
Keindahan terkadang terletak pada ketidakjelasan. Ungkapan ini bermakna bahwa ada hal-hal yang sebaiknya tidak diucapkan, karena kata-kata yang canggung dapat merusak kehalusan atau melukai perasaan.
→ Digunakan untuk menasihati seseorang agar tetap diam daripada 'terlalu jujur'.
転がる石に苔むさず
[korogaru ishi ni koke musazu]
Batu yang bergulir tidak ditumbuhi lumut – selalu bergerak mencegah stagnasi.
Batu yang diam akan ditumbuhi lumut, sedangkan batu yang bergulir selalu bersih. Peribahasa ini memuji semangat untuk terus bergerak dan berubah agar terhindar dari keterkungkungan dan ketertinggalan.
→ Sering digunakan untuk mendorong perubahan pekerjaan, lingkungan, atau tantangan baru.
実るほど頭の下がる稲穂かな
[minoru hodo kōbe no sagaru inaho kana]
Semakin berat bulir padi, semakin menunduk – semakin pintar, semakin rendah hati.
Bulir padi yang berat karena isinya akan menunduk sendiri – seperti orang yang benar-benar berbakat dan berbudi pekerti selalu tahu untuk bersikap rendah hati.
→ Ini adalah ajaran, pujian, atau filosofi hidup yang sering digunakan dalam pendidikan dan budaya perusahaan.
根回し
[nemawashi]
Merawat akar – membuka jalan sebelum bertindak
Awalnya digunakan dalam berkebun: menangani akar tanaman sebelum dipindahkan. Kemudian, secara kiasan berarti 'mempersiapkan diam-diam, menyelidiki, dan meyakinkan terlebih dahulu' agar segala sesuatunya berjalan lancar.
→ Digunakan di lingkungan kerja Jepang untuk menyatakan 'mengantisipasi segala sesuatu sebelumnya'.
根も葉もない
[ne mo ha mo nai]
Tidak ada akar, tidak ada daun – rumor tanpa dasar
Gambaran pohon tanpa akar dan daun melambangkan sesuatu yang tidak mungkin ada. Ungkapan ini digunakan untuk menyebut rumor yang tidak memiliki dasar fakta apa pun.
→ Digunakan saat ingin menolak informasi yang tidak berdasar.
さくら
[sakura]
sakura – orang latar belakang, umpan dalam pertunjukan
Awalnya, さくら adalah orang yang disewa untuk duduk menonton pertunjukan, bertepuk tangan, atau pura-pura membeli barang untuk menarik orang lain. Secara kiasan, berarti orang yang 'membuat suasana' dalam suatu acara atau penjualan.
→ Digunakan untuk menyebut peran yang membuat suasana ramai atau menciptakan efek palsu.
山椒は小粒でもぴりりと辛い
[sanshō wa kotsubu demo piriri to karai]
Lada Jepang meskipun kecil tapi sangat pedas – kecil tapi hebat.
Lada Jepang (山椒) meskipun kecil, rasanya sangat pedas. Ungkapan ini memuji orang-orang yang meskipun masih muda, bertubuh kecil, atau berada di posisi rendah, tetapi memiliki kemampuan luar biasa dan tidak boleh diremehkan.
→ Digunakan untuk memuji orang yang meskipun rendah hati dalam penampilan atau status, tetapi memiliki pengaruh atau bakat yang luar biasa.
高嶺の花
[takane no hana]
Bunga di puncak gunung – indah tapi tak terjangkau
Sebuah bunga yang sangat indah tumbuh di puncak gunung yang tinggi, seindah apapun tetap tidak bisa dipetik. Ungkapan ini merujuk pada seseorang atau sesuatu yang terlalu ideal, terlalu tinggi, sehingga orang lain hanya bisa mengagumi tanpa bisa meraihnya.
→ Digunakan untuk menggambarkan orang cantik atau sesuatu yang terlalu ideal namun di luar jangkauan.
竹を割ったよう
[take o watta yō]
Membelah bambu – jujur, jelas
Saat membelah bambu, belahannya akan lurus dan rapi. Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berkepribadian jujur, berbicara dengan jelas, tidak berbelit-belit atau menyembunyikan sesuatu.
→ Digunakan untuk menyebut orang yang jujur, terus terang, dan dapat dipercaya.
瓜二つ
[uri futatsu]
dua buah melon – persis sama
Dua buah melon memiliki bentuk dan ukuran yang sangat mirip hingga tidak bisa dibedakan. Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan dua orang yang wajah, penampilan, atau perilakunya sangat mirip, seolah-olah mereka adalah salinan satu sama lain.
→ Digunakan saat mengomentari dua orang yang penampilan atau tindakannya sangat mirip.
寄らば大樹の陰
[yoraba taiju no kage]
Jika ingin bersandar, bersandarlah pada pohon besar – bergantunglah pada orang yang berkuasa.
Berteduh di bawah pohon besar lebih sejuk dan aman – peribahasa ini menyarankan bahwa jika mencari tempat bergantung, pilihlah yang kuat dan stabil.
→ Digunakan untuk menggambarkan tindakan memilih bergabung, berteman, atau bergantung pada orang yang berkuasa atau berpengaruh.
雨が降ろうと槍が降ろうと
[ame ga furō to yari ga furō to]
Hujan atau tombak jatuh – tetap tidak berubah
Gambaran ekstrem: baik hujan turun maupun tombak jatuh, tetap tidak goyah. Ungkapan ini menggambarkan tekad yang kuat, tidak terpengaruh oleh keadaan.
→ Digunakan untuk menunjukkan keteguhan hati, bahkan dalam situasi sulit atau berbahaya.