Tinggal lama jadi ibu kota – di mana pun tinggal lama akan terasa akrab.
Meskipun tempat tinggal awal tidak nyaman, lama-lama akan terbiasa dan merasa terikat.
→ Digunakan saat membicarakan adaptasi dengan lingkungan baru.
渡りに舟
[watari ni fune]
Ingin menyeberangi sungai lalu bertemu perahu – tepat pada waktunya.
Menemukan apa yang dibutuhkan tepat saat membutuhkannya – idiom yang menggambarkan keberuntungan tak terduga pada waktu yang tepat.
→ Digunakan saat mendapat kesempatan baik, berharga seperti menemukan 'pelampung penyelamat'.
朝飯前
[asameshimae]
sebelum sarapan – semudah makan pagi
Melakukan sesuatu dengan sangat mudah, bahkan sebelum selesai sarapan.
→ Digunakan untuk menggambarkan tugas yang sangat mudah atau sederhana bagi pelakunya.
ばかは死ななきゃ治らない
[baka wa shinanakya naoranai]
"Bodoh hanya bisa sembuh kalau mati – kebodohan tidak bisa disembuhkan"
Ungkapan keras yang menunjukkan keras kepala dan tidak bisa diperbaiki.
→ Digunakan saat merasa putus asa atau marah terhadap perilaku bodoh yang berulang.
ちゃんぽん
[chanpon]
campur aduk – tercampur secara acak
Berasal dari hidangan yang mencampur banyak bahan. Secara kiasan berarti kebingungan atau tidak adanya kesatuan.
→ Digunakan saat membicarakan kombinasi unsur yang beragam (bahasa, gaya, dll).
出る杭は打たれる
[deru kui wa utareru]
Tiang yang menonjol akan dipukul – orang yang menonjol mudah dibenci.
Ketika kamu lebih unggul dari orang lain, kamu akan menjadi sasaran kritik.
→ Digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang lebih menghargai keharmonisan daripada keunggulan individu.
箱入り娘
[hakoiri musume]
"Gadis dalam kotak" – nona yang dilindungi
Mengacu pada gadis yang dibesarkan dengan hati-hati, hidup di lingkungan yang terlindungi, dan jarang berinteraksi sosial.
→ Digunakan untuk menggambarkan anak perempuan dari keluarga kaya atau yang dibesarkan dengan sangat perhatian.
重箱の隅を(ようじで)つつく
[jūbako no sumi wo tsutsuku]
Menggunakan tusuk gigi untuk menusuk sudut kotak – mengkritisi hal-hal kecil
Tindakan yang terlalu teliti hingga menjadi tidak berarti – idiom untuk orang yang suka mencari-cari kesalahan.
→ Digunakan untuk mengkritik orang yang terlalu ketat terhadap detail kecil.
片棒をかつぐ
[katabō o katsugu]
Mengangkat satu ujung kayu bersama – komplotan
Ikut serta dalam rencana (buruk) seseorang – secara kiasan berarti menjadi kaki tangan.
→ Digunakan untuk mengkritik orang yang membantu perbuatan salah.
光陰矢のごとし
[kōin ya no gotoshi]
Waktu seperti anak panah – berlalu dengan cepat.
Waktu melesat secepat anak panah yang dilepaskan – menekankan betapa singkat dan cepatnya waktu berlalu.
→ Digunakan untuk mengingatkan agar menghargai waktu.
腰かけ
[koshikake]
Duduk sementara – pekerjaan/orang sementara
Sikap duduk sementara tanpa niat untuk menetap – idiom yang merujuk pada pekerjaan atau posisi yang tidak permanen.
→ Digunakan saat membicarakan pekerjaan 'menunggu waktu' atau hubungan yang tidak stabil.
臭いものにはふたをする
[kusai mono ni wa futa wo suru]
Menutup bau busuk – menyembunyikan keburukan
Tidak menyelesaikan masalah, hanya menutupinya – idiom yang menggambarkan tindakan menutupi atau menghindari masalah.
→ Digunakan saat mengkritik cara 'menyapu debu di bawah karpet'.
窓際族
[madogiwa zoku]
karyawan duduk di dekat jendela – disisihkan
Mengacu pada mereka yang didorong keluar dari pekerjaan penting dan tidak lagi memiliki peran nyata di perusahaan.
→ Digunakan untuk menggambarkan karyawan yang 'menganggur' tetapi tidak dipecat oleh perusahaan.
のれんに腕押し
[noren ni udeoshi]
Mendorong tirai kain – tidak ada efek
Mendorong tirai yang lembut tidak memberikan dampak apa-apa – mengisyaratkan usaha yang sia-sia, tidak ada respons dari pihak lain.
→ Digunakan ketika Anda berusaha berkomunikasi tetapi lawan bicara terlalu cuek atau pasif.
同じ釜の飯を食った
[onaji kama no meshi wo kutta]
Makan dari panci nasi yang sama – suka dan duka bersama
Mengacu pada orang-orang yang pernah hidup dan bekerja bersama, memiliki hubungan dekat seperti keluarga.
→ Digunakan untuk menggambarkan ikatan yang erat yang terbentuk seiring waktu.
サジを投げる
[saji wo nageru]
"Melempar sendok" – menyerah, angkat tangan
Berasal dari perilaku dokter zaman dulu, ketika "melempar sendok" berarti tidak bisa menyembuhkan lagi.
→ Digunakan untuk menyatakan bahwa semua cara sudah dicoba dan tidak ada harapan lagi.