Logo
Halaman Beranda
Pelajaran
Buku Catatan
Kamus
JLPT Latihan
Video
Tingkatkan
Home
language
Logo Japanese
todai.easylife@gmail.com
(+84) 865 924 966
315 Truong Chinh, Ha Noi
www.todaiinews.com
DMCA.com Protection Status

Tentang Todaii Japanese

Kisah MerekPertanyaan UmumPanduan PenggunaKetentuan & KebijakanInformasi Pengembalian Dana

Jejaring Sosial

Logo facebookLogo instagram

Versi Aplikasi

AppstoreGoogle play

Aplikasi Lain

Todaii German
Todaii French
Todaii Korean
Todaii English
Todaii Spanish
Todaii Chinese
DMCA.com Protection Status

Hak Cipta milik eUp Technology JSC

Copyright@2025

Loading...

Ungkapan pendek yang sering ditemui

  1. Buku Catatan
  2. Kategori
  3. Ungkapan pendek yang sering ditemui

雀の涙

[suzume no namida]
Air mata burung pipit – sangat sedikit hingga menyedihkan Burung pipit kecil sehingga air matanya juga sangat sedikit – gambaran yang melambangkan jumlah yang terlalu kecil, tidak cukup untuk digunakan. → Digunakan saat menggambarkan uang, hadiah, atau manfaat yang sangat sedikit.

立つ鳥跡を濁さず

[tatsu tori ato wo nigosazu]
Burung terbang tidak membuat air keruh – mundur dengan bersih Burung yang terbang pergi tidak meninggalkan jejak kekacauan – mengacu pada pergi tanpa menimbulkan masalah, menjaga kehormatan hingga akhir. → Digunakan untuk mengingatkan tentang etika saat resign, pindah rumah, putus, dll.

鶴の一声

[tsuru no hitokoe]
Suara bangau – satu kata adalah keputusan Bangau adalah burung langka, suaranya dianggap mulia dan dihormati. Ungkapan ini merujuk pada ucapan orang yang berkuasa, yang dapat memutuskan segalanya. → Digunakan untuk menggambarkan orang yang 'sekali bicara langsung selesai', sangat berpengaruh.

馬の骨

[uma no hone]
Tulang kuda – orang yang tidak jelas asal-usulnya Semua kuda tampak sama, tidak bisa dibedakan dari tulangnya. Ungkapan ini digunakan untuk menyebut orang yang tidak terkenal atau asal-usulnya tidak jelas. → Digunakan dengan nada merendahkan untuk orang asing, orang yang tidak dapat dipercaya, atau yang tidak memiliki status.

ごまめの歯ぎしり

[gomame no hagishiri]
"Ikan teri menggertakkan gigi" – marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa ごまめ adalah ikan kecil tanpa gigi. Gambaran "menggertakkan gigi" ini menunjukkan kemarahan namun tidak berdaya, tidak mampu melawan. → Digunakan untuk menggambarkan perasaan frustrasi dalam diam, tidak bisa mengubah keadaan.

蜂の巣をつついたよう

[hachi no su wo tsutsuita you]
mengusik sarang lebah – keributan, kekacauan Sarang lebah yang rusak akan pecah dan kacau – gambaran ini melambangkan situasi yang menjadi ramai dan membingungkan. → Digunakan untuk menggambarkan suasana tegang, ribut, dan tidak teratur.

ひっぱりだこ

[hippari dako]
Gurita yang ditarik pergi – orang yang banyak dicari Semua orang ingin memiliki gurita, jadi gurita itu diperebutkan di mana-mana. Ungkapan ini merujuk pada seseorang yang sangat terkenal dan terus-menerus diundang. → Digunakan untuk menyebut orang yang populer dan sibuk karena terlalu banyak yang menginginkan.

井の中の蛙(大海を知らず)

[inonaka no kawazu (taikai wo shirazu)]
Katak di dasar sumur – berpikiran sempit Katak hanya tahu sebagian kecil langit di dalam sumur – peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan orang yang berpandangan sempit dan belum melihat dunia yang luas. → Digunakan untuk mengkritik sikap puas diri dan kurang pemahaman menyeluruh.

蚊の鳴くような声

[kanonakuyōnakoe]
suara seperti nyamuk – kecil sekali, berbisik Suara lemah seperti suara nyamuk – idiom ini digunakan untuk menggambarkan suara yang sangat pelan, hampir tidak terdengar. → Digunakan untuk menggambarkan suara yang pemalu, kurang percaya diri, atau anak yang malu-malu.

まな板の上の鯉

[manaita no ue no koi]
ikan di atas talenan – tak berdaya, tidak ada jalan keluar Ikan yang tergeletak di atas talenan hanya menunggu untuk diproses – gambaran yang melambangkan keadaan tidak berdaya, tidak bisa melawan. → Digunakan ketika seseorang terpojok dan hanya bisa menunggu hasil akhirnya.

虫の息

[mushi no iki]
Napas serangga – lemah, hampir padam Napas lemah seperti serangga yang hampir mati – idiom ini merujuk pada seseorang atau sesuatu dalam kondisi sangat lemah, hampir tanpa harapan. → Digunakan untuk menggambarkan kesehatan yang sangat buruk atau bisnis yang hampir bangkrut.

泣き面に蜂

[nakitsura ni hachi]
Wajah yang sedang menangis malah disengat lebah – musibah tidak datang sendirian. Baru saja menangis sudah disengat lebah lagi – artinya sudah menderita, masih ditimpa kesialan lain. → Digunakan untuk menggambarkan situasi sial yang datang berturut-turut, makin lama makin buruk.

鯖を読む

[saba wo yomu]
menghitung makarel secara curang – memalsukan data Dulu saat menjual ikan makarel (鯖), orang sering menghitung dengan cepat dan berbohong tentang jumlahnya. Ungkapan ini berarti sengaja menyebutkan angka yang salah demi keuntungan pribadi. → Digunakan ketika seseorang memalsukan usia, mengurangi jumlah, atau mengubah angka sesuai keinginan.

蓼食う虫も好き好き

[tade kuu mushi mo suki zuki]
Ulat pun makan daun pahit – setiap orang punya selera sendiri 蓼 (daun pahit) memang pahit, tapi tetap ada ulat yang suka memakannya – peribahasa ini menekankan bahwa selera setiap orang berbeda-beda. → Digunakan saat ingin mengatakan "selera orang lain memang sulit dimengerti", meski kita tidak setuju.

痘痕も靨

[abata mo ekubo]
Bekas luka bopeng juga dianggap lesung pipi – cinta membuat segalanya terlihat indah. Saat jatuh cinta, bahkan kekurangan pun menjadi pesona – ungkapan yang menunjukkan sudut pandang bias saat menyukai seseorang. → Digunakan untuk menggambarkan perasaan 'cinta itu buta'.

胡坐をかく

[agura wo kaku]
Duduk bersila – menikmati hasil tanpa usaha Posisi duduk nyaman, tidak melakukan apa-apa – metafora untuk tidak berusaha tetapi tetap menikmati hasil. → Digunakan untuk mengkritik sikap bergantung dan tidak berusaha dalam pekerjaan atau belajar.

Utilitas