Air mata burung pipit – sangat sedikit hingga menyedihkan
Burung pipit kecil sehingga air matanya juga sangat sedikit – gambaran yang melambangkan jumlah yang terlalu kecil, tidak cukup untuk digunakan.
→ Digunakan saat menggambarkan uang, hadiah, atau manfaat yang sangat sedikit.
立つ鳥跡を濁さず
[tatsu tori ato wo nigosazu]
Burung terbang tidak membuat air keruh – mundur dengan bersih
Burung yang terbang pergi tidak meninggalkan jejak kekacauan – mengacu pada pergi tanpa menimbulkan masalah, menjaga kehormatan hingga akhir.
→ Digunakan untuk mengingatkan tentang etika saat resign, pindah rumah, putus, dll.
鶴の一声
[tsuru no hitokoe]
Suara bangau – satu kata adalah keputusan
Bangau adalah burung langka, suaranya dianggap mulia dan dihormati. Ungkapan ini merujuk pada ucapan orang yang berkuasa, yang dapat memutuskan segalanya.
→ Digunakan untuk menggambarkan orang yang 'sekali bicara langsung selesai', sangat berpengaruh.
馬の骨
[uma no hone]
Tulang kuda – orang yang tidak jelas asal-usulnya
Semua kuda tampak sama, tidak bisa dibedakan dari tulangnya. Ungkapan ini digunakan untuk menyebut orang yang tidak terkenal atau asal-usulnya tidak jelas.
→ Digunakan dengan nada merendahkan untuk orang asing, orang yang tidak dapat dipercaya, atau yang tidak memiliki status.
ごまめの歯ぎしり
[gomame no hagishiri]
"Ikan teri menggertakkan gigi" – marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa
ごまめ adalah ikan kecil tanpa gigi. Gambaran "menggertakkan gigi" ini menunjukkan kemarahan namun tidak berdaya, tidak mampu melawan.
→ Digunakan untuk menggambarkan perasaan frustrasi dalam diam, tidak bisa mengubah keadaan.
蜂の巣をつついたよう
[hachi no su wo tsutsuita you]
mengusik sarang lebah – keributan, kekacauan
Sarang lebah yang rusak akan pecah dan kacau – gambaran ini melambangkan situasi yang menjadi ramai dan membingungkan.
→ Digunakan untuk menggambarkan suasana tegang, ribut, dan tidak teratur.
ひっぱりだこ
[hippari dako]
Gurita yang ditarik pergi – orang yang banyak dicari
Semua orang ingin memiliki gurita, jadi gurita itu diperebutkan di mana-mana. Ungkapan ini merujuk pada seseorang yang sangat terkenal dan terus-menerus diundang.
→ Digunakan untuk menyebut orang yang populer dan sibuk karena terlalu banyak yang menginginkan.
井の中の蛙(大海を知らず)
[inonaka no kawazu (taikai wo shirazu)]
Katak di dasar sumur – berpikiran sempit
Katak hanya tahu sebagian kecil langit di dalam sumur – peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan orang yang berpandangan sempit dan belum melihat dunia yang luas.
→ Digunakan untuk mengkritik sikap puas diri dan kurang pemahaman menyeluruh.
蚊の鳴くような声
[kanonakuyōnakoe]
suara seperti nyamuk – kecil sekali, berbisik
Suara lemah seperti suara nyamuk – idiom ini digunakan untuk menggambarkan suara yang sangat pelan, hampir tidak terdengar.
→ Digunakan untuk menggambarkan suara yang pemalu, kurang percaya diri, atau anak yang malu-malu.
まな板の上の鯉
[manaita no ue no koi]
ikan di atas talenan – tak berdaya, tidak ada jalan keluar
Ikan yang tergeletak di atas talenan hanya menunggu untuk diproses – gambaran yang melambangkan keadaan tidak berdaya, tidak bisa melawan.
→ Digunakan ketika seseorang terpojok dan hanya bisa menunggu hasil akhirnya.
虫の息
[mushi no iki]
Napas serangga – lemah, hampir padam
Napas lemah seperti serangga yang hampir mati – idiom ini merujuk pada seseorang atau sesuatu dalam kondisi sangat lemah, hampir tanpa harapan.
→ Digunakan untuk menggambarkan kesehatan yang sangat buruk atau bisnis yang hampir bangkrut.
泣き面に蜂
[nakitsura ni hachi]
Wajah yang sedang menangis malah disengat lebah – musibah tidak datang sendirian.
Baru saja menangis sudah disengat lebah lagi – artinya sudah menderita, masih ditimpa kesialan lain.
→ Digunakan untuk menggambarkan situasi sial yang datang berturut-turut, makin lama makin buruk.
鯖を読む
[saba wo yomu]
menghitung makarel secara curang – memalsukan data
Dulu saat menjual ikan makarel (鯖), orang sering menghitung dengan cepat dan berbohong tentang jumlahnya. Ungkapan ini berarti sengaja menyebutkan angka yang salah demi keuntungan pribadi.
→ Digunakan ketika seseorang memalsukan usia, mengurangi jumlah, atau mengubah angka sesuai keinginan.
蓼食う虫も好き好き
[tade kuu mushi mo suki zuki]
Ulat pun makan daun pahit – setiap orang punya selera sendiri
蓼 (daun pahit) memang pahit, tapi tetap ada ulat yang suka memakannya – peribahasa ini menekankan bahwa selera setiap orang berbeda-beda.
→ Digunakan saat ingin mengatakan "selera orang lain memang sulit dimengerti", meski kita tidak setuju.
痘痕も靨
[abata mo ekubo]
Bekas luka bopeng juga dianggap lesung pipi – cinta membuat segalanya terlihat indah.
Saat jatuh cinta, bahkan kekurangan pun menjadi pesona – ungkapan yang menunjukkan sudut pandang bias saat menyukai seseorang.
→ Digunakan untuk menggambarkan perasaan 'cinta itu buta'.
胡坐をかく
[agura wo kaku]
Duduk bersila – menikmati hasil tanpa usaha
Posisi duduk nyaman, tidak melakukan apa-apa – metafora untuk tidak berusaha tetapi tetap menikmati hasil.
→ Digunakan untuk mengkritik sikap bergantung dan tidak berusaha dalam pekerjaan atau belajar.