Melihat kaki – memanfaatkan kelemahan
Mengamati langkah kaki untuk mencari celah – ungkapan ini berarti memanfaatkan saat orang lain sedang lemah untuk menekan harga atau memberikan syarat yang merugikan.
→ Digunakan untuk membicarakan perilaku tidak etis dalam negosiasi atau perdagangan.
足を洗う
[ashi wo arau]
Mencuci kaki – meninggalkan jalan yang buruk
Seperti seorang biksu mencuci kaki sebelum masuk ke kuil – ungkapan ini mengacu pada tekad untuk meninggalkan pekerjaan buruk atau jalan yang salah.
→ Digunakan saat membicarakan rehabilitasi atau memulai hidup baru.
頭が下がる
[atama ga sagaru]
menundukkan kepala – kagum
Menundukkan kepala karena hormat dan kagum – ungkapan yang menunjukkan kekaguman terhadap sifat atau tindakan yang mulia.
→ Digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang hidup dengan moral dan berkorban secara diam-diam.
合わせる顔がない
[awaseru kao ga nai]
tidak punya muka lagi – malu sampai tidak berani bertemu siapa pun
Tidak berani menatap mata orang lain karena malu atau merasa bersalah – idiom yang menunjukkan perasaan penyesalan.
→ Digunakan untuk menggambarkan perasaan menyesal setelah mengecewakan seseorang atau melakukan hal yang memalukan.
腹芸
[fukugei]
Seni perut – pemahaman tersirat, tidak diucapkan
"Berkomunikasi dengan perut" berarti komunikasi tanpa kata-kata, saling memahami tanpa penjelasan.
→ Digunakan untuk menyebut kemampuan membaca situasi, memahami maksud atasan atau mitra tanpa harus mengatakannya secara langsung.
以心伝心
[ishindenshin]
Menyampaikan maksud hati – saling memahami tanpa kata-kata
Dari hati yang satu ke hati yang lain – menunjukkan keselarasan mendalam antara dua orang, sering kali tanpa perlu diungkapkan dengan kata-kata.
→ Digunakan saat membicarakan empati dan kekompakan luar biasa antara sahabat, pasangan, rekan satu tim, dll.
顔が広い
[kao ga hiroi]
berjaringan luas – banyak kenalan
Mengacu pada seseorang yang memiliki banyak hubungan sosial dan akrab dengan banyak orang di berbagai bidang.
→ Digunakan untuk memuji seseorang yang pandai bergaul dan memiliki jaringan sosial yang luas.
肩身が狭い
[katami ga semai]
bahu menyempit – merasa diremehkan
Ketika merasa tidak layak atau diremehkan, seseorang akan menarik diri – gambaran ini menggambarkan perasaan malu atau rendah diri.
→ Digunakan saat merasa sulit untuk mengangkat kepala karena situasi atau kesalahan tertentu.
腰が低い
[koshi ga hikui]
Membungkuk rendah – rendah hati, sopan
Sikap membungkuk menunjukkan kesopanan – idiom ini digunakan untuk memuji orang yang tahu cara bersikap, tidak sombong meskipun berada di posisi tinggi.
→ Digunakan saat memuji orang yang memiliki kedudukan tetapi tetap bersikap rendah hati dan santun.
耳が痛い
[mimi ga itai]
Sakit telinga – mengenai titik lemah
Mendengar masukan yang benar tetapi merasa tidak nyaman karena mengenai kelemahan – idiom ini menggambarkan perasaan tidak enak saat diingatkan akan kesalahan sendiri.
→ Digunakan ketika harus mendengarkan masukan yang benar tetapi diri sendiri tidak ingin menerimanya.
良薬口に苦し
[ryōyakukuchininigashi]
Obat yang baik itu pahit – kata jujur menyakitkan hati
Obat penyembuh biasanya pahit – kiasan untuk kata-kata jujur yang sulit didengar tetapi bermanfaat.
→ Digunakan saat menyarankan agar menerima kritik demi kemajuan.
心臓が強い
[shinzō ga tsuyoi]
Jantung kuat – berani, tebal muka
Orang yang memiliki jantung kuat tidak gentar – idiom yang merujuk pada seseorang yang berani melakukan hal kontroversial dan tidak mudah goyah.
→ Digunakan untuk menggambarkan orang yang nekat, tidak takut, atau sangat teguh.
白い目で見る
[shiroi me de miru]
"Melihat dengan mata putih" – tatapan dingin, meremehkan
Tatapan tanpa emosi, sedingin es – idiom yang mengacu pada pandangan yang tidak bersimpati dan suka mengkritik.
→ Digunakan saat membicarakan diskriminasi atau menghakimi orang lain dengan sikap merendahkan.
面の皮が厚い
[tsura no kawa ga atsui]
bermuka tebal – tidak tahu malu, tak tahu rasa malu
Gambaran kulit wajah yang begitu tebal hingga tidak merasakan malu. Digunakan untuk menyebut orang yang keras kepala, tidak takut dikritik.
→ Digunakan saat mengkritik orang yang tidak tahu malu, tidak peduli omongan orang.
腕を磨く
[ude wo migaku]
Mengasah lengan – melatih keterampilan
Seperti mengasah pisau agar tajam, ungkapan ini menunjukkan upaya berlatih untuk meningkatkan keahlian.
→ Digunakan saat membicarakan pengembangan keterampilan atau keahlian.
後ろ髪を引かれる思い
[ushirogami wo hikareru omoi]
perasaan seperti rambut ditarik dari belakang – enggan berpisah
Gambaran seseorang menarik rambutmu saat kamu berbalik pergi – menunjukkan perasaan berat hati, tidak rela berpisah.
→ Digunakan saat meninggalkan tempat, orang tercinta, atau pekerjaan dengan perasaan menyesal.