Logo
Halaman Beranda
Pelajaran
Buku Catatan
Kamus
JLPT Latihan
Video
Tingkatkan
Home
language
Logo Japanese
todai.easylife@gmail.com
(+84) 865 924 966
315 Truong Chinh, Ha Noi
www.todaiinews.com
DMCA.com Protection Status

Tentang Todaii Japanese

Kisah MerekPertanyaan UmumPanduan PenggunaKetentuan & KebijakanInformasi Pengembalian Dana

Jejaring Sosial

Logo facebookLogo instagram

Versi Aplikasi

AppstoreGoogle play

Aplikasi Lain

Todaii German
Todaii French
Todaii Korean
Todaii English
Todaii Spanish
Todaii Chinese
DMCA.com Protection Status

Hak Cipta milik eUp Technology JSC

Copyright@2025

Loading...

Ungkapan pendek yang sering ditemui

  1. Buku Catatan
  2. Kategori
  3. Ungkapan pendek yang sering ditemui

後ろ指をさされるよう

[ushiroyubi wo sasareru yō]
ditunjuk-tunjuk di belakang – dibicarakan buruk oleh orang lain Dikritik di belakang, tidak berani berhadapan langsung – idiom yang menggambarkan perasaan dihakimi atau digosipkan diam-diam. → Digunakan ketika seseorang menjadi bahan gosip atau memiliki reputasi buruk di masyarakat.

塵も積もれば山となる

[chiri mo tsumoreba yama to naru]
Debu yang menumpuk juga bisa menjadi gunung – sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Sekecil apa pun, seperti debu, jika dikumpulkan cukup banyak bisa menjadi gunung yang tinggi. Peribahasa ini menasihati bahwa ketekunan, meski kecil, pada akhirnya akan menghasilkan hasil yang besar. → Digunakan untuk mendorong usaha yang konsisten setiap hari.

八方美人

[happōbijin]
Kecantikan delapan arah – menyenangkan semua orang Mengacu pada seseorang yang berusaha menyenangkan semua orang, biasanya tidak memiliki pendirian sendiri. → Digunakan untuk mengkritik ketidakjelasan atau sikap plin-plan dalam hubungan.

ひと旗あげる

[hitohata ageru]
mengibarkan bendera sendiri – mandiri, sukses membangun karier Seperti seorang jenderal yang mengibarkan benderanya sendiri – idiom ini berarti membangun karier sendiri. → Digunakan ketika seseorang memulai usaha atau meraih kesuksesan berkat kemampuan sendiri.

ひとり相撲を取る

[hitori zum]
Bergulat sumo sendirian – melakukan sendiri, lelah sendiri Ungkapan ini mengacu pada mengurus segalanya sendiri tanpa bantuan, sehingga menjadi lelah sendiri. → Digunakan ketika seseorang mengambil alih semua pekerjaan atau bertindak sepihak.

石の上にも三年

[ishi no ue nimo sannen]
Duduk di atas batu selama tiga tahun – ketekunan pada akhirnya akan membawa kesuksesan. Meskipun batu itu dingin dan keras, jika terus duduk lama, akhirnya akan terbiasa. → Digunakan untuk mendorong kesabaran dalam belajar, bekerja, dan kehidupan.

十人十色

[jūnintoiro]
Sepuluh orang, sepuluh gaya – setiap orang punya caranya sendiri Setiap orang memiliki kepribadian dan kesukaan masing-masing – ungkapan ini menekankan keragaman dan individualitas. → Digunakan saat membicarakan perbedaan dalam pemikiran, selera, atau gaya hidup.

二枚舌を使う

[nimaijita wo tsukau]
berlidah dua – berkata dua hal, berbohong Seperti ular yang memiliki dua lidah – mengacu pada orang licik, berkata satu hal tapi melakukan hal lain. → Digunakan untuk mengkritik orang yang suka ingkar janji atau plin-plan.

二の足を踏む

[ni no ashi wo fumu]
langkah kedua ragu-ragu – bimbang Langkah pertama sudah berniat maju, tapi langkah berikutnya mundur – menggambarkan keadaan ragu sebelum bertindak. → Digunakan saat membicarakan keraguan atau kurangnya ketegasan.

女三人寄れば姦しい

[onna sannin yoreba kashimashii]
Tiga wanita berkumpul itu ramai – banyak orang mudah menimbulkan kekacauan. Huruf 姦 terdiri dari tiga huruf 女 – idiom ini mengisyaratkan bahwa jika wanita berkumpul, mereka cenderung banyak bicara dan membuat keributan. → Digunakan setengah bercanda untuk menyebut kerumunan yang cerewet, kadang bernuansa diskriminasi gender.

三人寄れば文珠の知恵

[sannin yoreba monju no chie]
Tiga orang memiliki kebijaksanaan Bodhisattva – kelompok selalu punya cara yang baik. Meskipun hanya tiga orang biasa, jika bersatu mereka bisa menemukan ide cerdas seperti Bodhisattva Manjushri. → Digunakan untuk menekankan kekuatan kerja sama tim dan mendorong diskusi kelompok.

すし詰め

[sushizume]
Seperti sushi yang dipadatkan – sempit, penuh sesak Sushi biasanya dipadatkan dalam kotak – idiom ini menggambarkan situasi yang ramai dan berdesakan. → Digunakan saat membicarakan kereta, ruang rapat, atau acara yang terlalu banyak orang.

穴があったら入りたい

[ana ga attara hairitai]
ingin masuk ke dalam lubang – malu sekali sampai ingin lenyap Perasaan malu yang sangat besar hingga ingin menghilang dari dunia. → Digunakan saat melakukan kesalahan besar di depan orang lain atau merasa sangat terhina.

石橋をたたいて渡る

[ishibashi wo tataite wataru]
Mengetuk jembatan batu sebelum menyeberang – sangat berhati-hati Jembatan batu memang kokoh, tapi tetap harus diketuk dulu – idiom yang menggambarkan orang yang sangat hati-hati. → Digunakan untuk menyebut orang yang teliti, tidak melakukan apa pun jika belum yakin.

草分け

[kusawake]
pelopor – perintis Merujuk pada orang pertama yang menjelajahi suatu bidang, membuka jalan bagi orang lain untuk mengikuti. → Digunakan untuk menyebut 'pembuka jalan', pelopor dalam profesi atau industri.

おのぼりさん

[onoborisan]
orang pergi ke ibu kota – tamu desa yang pertama kali ke kota Mengacu pada orang desa yang pertama kali ke Tokyo, sering melihat-lihat dan mudah dikenali. → Digunakan dengan nada agak menyindir tentang kepolosan di kota.

Utilitas